Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
Misi dagang sektor rempah bukukan transaksi Rp239,4 miliar di Belanda
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-04 11:27:03【Kabar Kuliner】668 orang sudah membaca
PerkenalanDirektur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menghadiri

Jakarta (ANTARA) - Misi dagang Kementerian Perdagangan RI bertajuk "Where Spices Tell Stories" ke Belanda pada 29 Oktober-1 November 2025 mencatatkan potensi transaksi senilai 14,6 juta dolar AS atau sekitar Rp239,4 miliar.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengangakan keberhasilan tersebut memberi sinyal positif bagi peningkatan ekspor sektor rempah dan bumbu Indonesia. Capaian itu juga merefleksikan tingginya minat pasar Eropa terhadap produk rempah dan bumbu Nusantara.
"Importir Eropa menilai produk rempah dan bumbu Indonesia memiliki keunggulan dari segi aroma dan kualitas. Produk kita juga berpotensi untuk memenuhi kebutuhan pasar pangan organik dan berkelanjutan yang sedang berkembang pesat di Eropa," ujar Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Adapun rempah dan bumbu yang paling diminati antara lain pala, lada putih, kunyit, jahe, serta bumbu makanan siap pakai.
Potensi transaksi dicapai melalui kegiatan forum bisnis dan penjajakan kerja sama bisnis (business matching) yang diselenggarakan di Indonesia House Amsterdam pada 30 Oktober 2025. Dalam forum ini, pelaku usaha Indonesia memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pembeli asal Belanda, Prancis, dan Jerman.
Misi dagang diikuti sepuluh pelaku usaha Indonesia. Para peserta misi dagang mendapat kesempatan langsung menjajaki kerja sama dagang dengan mitra Eropa, serta memperluas jejaring distribusi di Belanda yang dikenal sebagai pintu gerbang perdagangan Eropa.
Selain forum bisnis, para peserta juga mengunjungi beberapa importir besar seperti Amboina, Nesia Food BV, Bina BV, dan INA Trading/Furnilux untuk mempelajari pola impor dan distribusi produk rempah di pasar Belanda.
Sebagai bagian dari rangkaian misi dagang tersebut, Kemendag menjalin pertemuan dengan Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries(CBI) dan Netherlands Enterprise Agency (RVO) pada 31 Oktober 2025.
Pertemuan membahas penguatan kelembagaan ekspor, pengembangan produk, serta akses pasar bagi sektor pertanian dan perikanan.
Suka(97226)
Sebelumnya: 368 siswa SDN 5 Mataram terima MBG
Selanjutnya: SPPG Polda Maluku kawal mutu dan ketepatan distribusi MBG ke sekolah
Artikel Terkait
- SPPG Sawahlunto awasi ketat proses cuci ompreng MBG secara berlapis
- Kementerian UMKM sebut realisasi KUR sektor produksi capai 70 persen
- Mendukbangga nilai program MBG untuk 3B di Kepri sudah tepat sasaran
- RI menyiapkan 500 ribu tenaga kerja terampil dikirim ke luar negeri
- Airlangga yakin eksyar RI segera capai peringkat pertama secara global
- Ditjenpas pastikan Lapas Gunung Sitoli telah kondusif pascaricuh
- Ombudsman RI ungkap temuan pelaksanaan Program MBG di Ambon
- Kemensos bidik peluang penyandang disabilitas jadi koki SPPG
- Cukup tidur membantu anak terhindar dari influenza saat cuaca ekstrem
- Mangut, kuliner tradisional dari pesisir Jawa
Resep Populer
Rekomendasi

Ahli gizi bagikan kiat mengolah makanan yang memengaruhi kalori

Danantara terbuka untuk investasi dari pengusaha dan investor Brazil

Terumbu karang Laut Merah tunjukkan kekebalan terhadap pemutihan

BPKN siap panggil Aqua terkait dugaan sumber air dari sumur bor

Menengok suasana jelang pembukaan ajang CIIE ke

Warga terdampak cuaca ekstrem di Kabupaten Bekasi capai 304 orang

Ibu Negara Brasil berpesan utamakan pangan lokal untuk kesuksesan MBG

BGN gelar bimtek penjamah makanan program MBG di Bekasi